Waktu Yang Bagus Untuk Belajar

Standard

Termasuk hikmah dari Allah bahwasanya tingkatan semangat seseorang, motivasi, keinginan, dan konsentrasinya untuk mencari ilmu berbeda-beda. Itulah sebabnya, sebagian orang merasakan kenikmatan jiwa yang menakjubkan, cepat paham, dan kuat dalam menghafal pada waktu-waktu tertentu dibandingkan dengan waktu-waktu yang lain.

Al-Khatib Al-Baghdadi berkata, “Waktu yang paling baik untuk menghafal adalah waktu sahur,
ditengah hari, kemudian di pagi hari. Menghafal di waktu malam lebih baik daripada waktu
siang, dan waktu lapar lebih baik daripada waktu kenyang.”

Imam Ibnu Jamaah berkata, “Waktu yang paling baik untuk menghafal adalah waktu sahur,
waktu pagi untuk penelitian, tengah hari untuk menulis, dan malam hari untuk membaca.”

Khalil bin Ahmad berkata, “Waktu pikiran yang paling jernih adalah waktu sahur.”

Ibnu Jauzi mengatakan bahwa ketika kekuatan semakin lemah, maka dibutuhkan penyegaran. Ketika menulis, membaca, dan mengarang tetap dibutuhkan, dan lebih penting lagi adalah menghafal, maka waktunya harus dibagi menjadi dua, yaitu menghafal diawal pagi dan malam. Dan sisa waktunya dibagi untuk menulis, membaca, serta istirahat dari hal-hal yang mubah.

sumber : Abul Qa’qa Muhammad bin Shalih Alu Abdillah, Buku “102 Kiat Agar Semangat Belajar Agama Membara”

Advertisements

Setetes Tinta

Standard

Assalamu’alaikum.

Salam cinta dan kebahagian untuk segenap insan di dunia.

Selamat datang di website kebanggaan Rumah Singgah Pecinta al Qur’an yang penuh dengan keceriaan dan keoptimisan bahwa seluruh umat manusia berhak atas kenikmatan wawasan pengetahuan yang berasal dari sumber nan agung serta tiada duanya yaitu Al Qur’an.

Setetes tinta jika ditorehkan di atas kertas putih yang polos akan mampu memberikan sejuta makna yang indah.

Dengan setetes tinta, manusia dapat menuliskan untaian kalimat penuh hikmah.

Dengan setetes tinta, manusia dapat mengubah dunia.

Namun, tidak semua tetesan tinta dapat melakukan itu semua.

Hanya tetesan tinta yang ditorehkan dengan sebongkah cinta saja yang mampu melakukannya.

 

salam #RSPQ
“Cerdas Bersama al Qur’an”